Tampilkan postingan dengan label pns. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pns. Tampilkan semua postingan

Lowongan Kerja Terbaru 2013 BLU Non PNS Rumah Sakit Paru Dr H A Rotinsulu D3 dan S1

Sabtu, 18 Januari 2014

Lowongan Kerja Terbaru BLU Non PNS Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu - Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu didirikan dan diresmikan yaitu sekitar pada tahun 1935 oleh Pemerintah Hindia Belanda yang memiliki latar belakang sebagai kelanjutan dari kegiatan sanatorium Solsana. Menurut penduduk setempat serta sumber-sumber lain, pada zaman Belanda di daerah Ciumbuleuit merupakan suatu perkebunan teh. Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu terletak di jalan Bukit Jarian sekarang merupakan tempat istirahat para pemetik teh serta tempat penimbangan pucuk teh, sedangkan bangunan Solsana dan Sabiena yang terletak di Jalan Ciumbuleuit merupakan tempat peristirahatan pemilik kebun serta tentara-tentara Belanda. Setelah Belanda kalah dan pulang ke negerinya tempat ini digunakan untuk pasien-pasien umum pindahan dari RS. Rancabadak (sekarang RS. Hasan Sadikin), dan Rumah Sakit Rancabadak digunakan untuk tentara. Pada Januari 2013 ini RS Paru Dr. H. A membuka lowongan kerja terbaru sebagai pegawai BLU Non PNS. Bagi anda yang berminat, silahkan lihat informasi mengenai Formasi, persyaratan dan tata cara pelamarannya, Semoga informasi lowongan kerja januari 2013 ini bermanfaat untk anda semua.
Lowongan Kerja Terbaru 2013 BLU Non PNS RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu

Lowongan Kerja Terbaru 2013 BLU Non PNS Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu - D3 dan S1
Lowongan Kerja Terbaru 2013 BLU Non PNS RS Dr. H. A
Revisi Pengumuman Rekrutmen Pegawai BLU NON PNS
  • S1 Humas Fak. Ilmu Komunikasi(kode PR)
  • D3 Farmasi(kode FM)
  • D3 Administrasi / MPRS (kode MP)
  • D3 Sekretaris (kode SK)
Persyaratan :
  1. Peserta saat ini berusia maksimal 27 tahun ;
  2. Untuk posisi Sekretaris tinggi peserta minimal 160 cm, dapat berbahasa inggris aktif/pasif, dan memiliki penampilan menarik.
  3. Peserta melampirkan foto copy Ijazah terakhir yang telah dilegalisir oleh pihak berwewenang;
  4. Surat lamaran ditandatangani sendiri oleh Peserta/pelamar dan ditujukan kepada Direktur Utama Rumah Sakit Paru Dr.H.A.Rotinsulu, surat lamaran harus menyebutkan jabatan yang dilamar;
  5. Peserta memiliki IPK minimal 2,75 dan melampirkan  foto copy transkrip nilai yang telah dilegalisir;
  6. Peserta melampirkan Surat Keterangan berbadan sehat dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polsek/Polres;
  7. Peserta melampirkan photo copy KTP yang masih berlaku, pas photo 4 x 6 berwarna sebanyak 2 lembar, foto copy sertifikat pelatihan (jika ada);
  8. Peserta bisa mengoperasikan komputer (MS. Office, dsb)
Jika teman-teman memenuhi persyaratan Lowongan Kerja 2013 BLU Non PNS Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu dan berminat untuk melamar posisi tersebut, maka silahkan datang langsung atau kirimkan lamaran melalui pos kepada Tim Rekrutmen dengan alamat :
Rumah Sakit Paru Dr.H.A.Rotinsulu
Jalan Bukit Jarian Nomor 40
Bandung,
pada waktu : pukul 08.00 – 14.00,
Batas pengiriman lamaran paling lambat sampai tanggal 17 Januari 2013. Untuk info selengkapnya bisa anda lihat pada sumber lowongan kerja di bawah ini.
Sumber Lowongan Kerja BLU Non PNS > Official Source

Silahkan lihat juga Lowongan Kerja 2013 terkait dibawah ini, selain Lowongan Kerja Terbaru BLU Non PNS Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu
Read More..

SK PNS Pemkab Biak

Minggu, 15 September 2013

Pemkab Biak Serahkan 548 SK PNS



Ilustrasi KCM

Biak, Selasa--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor, Provinsi Papua, Senin, menyerahkan sebanyak 548 Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun anggaran 2005, di lingkungan pemda setempat setelah berkas administrasi kepegawaiannya selesai diproses di Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) Jakarta.

Bupati Biak Numfor, Yusuf Melianus Maryen, pada pengarahan di hadapan 548 orang CPNS di Biak, mengakui, proses seleksi penerimaan CPNS di lingkup pemerintah Kabupaten Biak Numfor berlangsung dengan ketat sehingga setiap orang yang terpilih lulus sebagai calon pegawai harus mensyukuri keberhasilannya.

Ia mengatakan, setelah diangkat sebagai CPNS maka seorang pegawai negeri harus patuh kepada aturan serta bekerja dengan sungguh-sungguh untuk melayani masyarakat di Kabupaten Biak Numfor.

"Seorang pegawai negeri merupakan abdi negara dan abdi masyarakat, karena itu setelah menerima SK pengangkatan CPNS diminta segera melapor serta melaksanakan tugas pada satuan kerja dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Biak Numfor Drs Izaak Kapisa, di Biak, mengatakan, proses pengangkatan semua tenaga honorer dan pelamar umum sebagai CPNS sudah mengacu kepada peraturan pemerintah.

Sekda meminta, semua CPNS yang berasal dari tenaga honor dan pelamar umum setelah menerima SK harus tunduk kepada semua aturan yang berlaku, diantaranya Peraturan Pemerintah No 30 tahun 1980 tentang disiplin pegawai negeri sipil.

"Jika 548 CPNS telah mendapatkan SK pengangkatan maka akan segera ditempatkan ke sejumlah satuan kerja di jajaran Pemkab Biak Numfor," katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag), Abdul Kahar mengakui, pihaknya sangat membutuhkan tenaga CPNS yang memiliki latar belakang keahlian sebagai analis Kimia. "Disprindag Biak butuh tambahan tenaga CPNS, salah satunya tenaga ahli di bidang analisisi Kimia," katanya.

Sebelum menerima SK CPNS, ratusan tenaga pegawai Pemkab Biak Nufor berseragam baju putih dan celana gelap hitam sejak pukul 08.00 WIT mengikuti pengarahan Bupati Yusuf Melianus Maryen.
Sumber: Antara
Penulis: jodhi
Read More..

Status PNS Masih Jadi Idola masyarakat

Jumat, 13 September 2013

Status PNS Masih Jadi Idola
JADI seorang pamong, sebuah status yang banyak diimpikan masyarakat. Selain karena bangga, juga diimplikasikan bakal memberi secercah harapan untuk mengembangkan karier serta jaminan kejelasan masa depan. Artinya selama tatanan pemerintahan berjalan dan ada, maka para pamong ini tentunya tetap dibutuhkan keberadaannya selaku pengelola maupun pelaksana laju roda pemerintahan. Sejauh ini belum ada cerita lembaga pemerintahan yang berhenti "beroperasi", bangkrut karena kehabisan modal usaha. Yang berhenti atau lengser mungkin hanya aparatnya, karena pensiun, meninggal dunia atau di hukum karena korupsi.


MASYARAKAT berlomba untuk menjadi "pamong" karena harapan untuk mengembangkan karier serta jaminan kejelasan masa depan.*DUDI SUGANDI/"PR"
Barangkali itu hal yang prinsip, mengapa pegawai negeri banyak dilirik dan menjadi pilihan warga masyarakat lulusan strata SLTA maupun Perguruan Tinggi/Diploma. Sementara jika be-kerja pada perusahaan swasta, bayang-bayang terkena PHK karena perusahaan bangkrut atau hal lain yang mendorong terjadinya pemutusan hubungan kerja menjadi momok yang setiap saat menghantui pekerja.

Seperti diakui seorang karyawan di lingkungan Pemda Kab. Bandung. Ia mengaku senang menjadi pegawai negeri, meski statusnya selama kurang lebih 10 tahun sebatas sebagai karyawan kontrak. Dulu karyawan kontrak lebih populer dengan sebutan karyawan "honda" (honor daerah) . Setiap bulannya karyawan kontrak ini menerima gaji sebesar Rp 350.000,00 . Jauh dibawah UMR (upah mininum regional) pegawai pabrikan. Namun walau dengan penghasilan sebesar itu, ia mengaku tetap bangga karena bisa menggunakan baju seragam pegawai negeri.

"Ya... walau hanya karyawan kontrak, saya punya status bukan pengangguran," tutur seorang karyawan memberikan alasan.

Beberapa karyawan kontrak yang diwawancara "PR", umumnya berbicara pasrah terhadap statusnya selama ini. Meski diakuinya dalam beberapa kesempatan sempat mengikuti seleksi untuk menjadi pegawai tetap (pegawai negeri sipil). Tapi nasib belum berpihak kepadanya, karena tidak lulus seleksi .

Tanggal 24 November 2004 baru lalu, seleksi CPNS kembali dilaksanakan secara serempak di tingkat pemerintah provinsi, kota dan kabupaten se-Jawa Barat.

Peserta yang melamar untuk menjadi pegawai negeri di tingkat pemerintah daerah kabupaten/kota serta pemerintah Provinsi Jawa Barat mencapai 174.814 orang. Jumlah yang cukup fantatis !

Melihat minat untuk menjadi pegawai negeri sebanyak itu, pendaftar atau peserta seleksi PNS benar-benar ngadu nasib, berspekulasi , untung-untungan untuk bisa lulus dalam persaingan agar diterima menjadi PNS. Kecuali mungkin yang punya koneksi.

Di tengah keraguan peserta tentang kelulusan setelah mengikuti seleksi serta minimnya formasi yang bakal diterima, berkembang rumor nilai rupiah antara Rp 30 juta sampai Rp 40 juta sebagai uang sogokan untuk diterima menjadi PNS.

Diperoleh keterangan, secara kumulatif yang mendaftar untuk menjadi PNS ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat tercatat sebanyak 8.100 orang. Dari jumlah tsb. yang memenuhi syarat kelengkapan data dan bisa mengikuti seleksi sebanyak 4.569 orang. Sementara yang tidak memenuhi syarat mencapai 3.531 pendaftar.

Namun pada waktu pelaksanaan seleksi yang mengikutinya hanya 3.821 peserta. Dengan rincian ; 2.615 peserta untuk tenaga strategis, 819 peserta tenaga guru dan 387 peserta untuk tenaga kesehatan.

Jadi terdapat sekira 748 peserta yang tidak hadir pada waktu pelaksanaan seleksi. Mungkin mereka pesimis untuk dapat diterima, ditengah ketatnya persaingan untuk merebut formasi yang tersedia di lingkungan Pemda Jabar.

"Gedung Sate" hanya menerima formasi pegawai kurang lebih 260 orang. Jumlah tsb. dialokasikan untuk tenaga guru 150 orang, tenaga kesehatan 60 orang dan tenaga startegis 50 orang. Alokasi pegawai untuk Pemda Jabar tsb. berdasar ketetapan surat dari Menpan No.B/988/D.III/PAN/10/2004 tertanggal 7 Oktober 2004. Sementara total formasi kebutuhan pegawai untuk seluruh Jawa Barat hasil seleksi CPNS tahun 2004 yang disetujui pemerintah pusat, kurang dari 10% dari jumlah peserta seleksi yang mencapai 174.000 . Yang bakal diterima kurang lebih hanya 7.200 orang.

Masalah ketidakhadiran sejumlah peserta pada waktu pelaksanaan seleksi, tidak terbatas pada peserta yang mendaftar ke Pemda Jabar saja.

Di Kabupaten Garut, dari 2.155 peserta seleksi, 400 orang di antaranya tidak hadir mengikuti seleksi. Hal serupa terjadi di Kabupaten Bandung, meski peserta seleksi seharusnya sebanyak 104 orang (hanya untuk tenaga guru) yang hadir cuma 89 orang.

Untuk Kabupaten Bandung dan Garut bukan masalah ketidakhadiran peserta seleksi saja, tetapi kedua pemerintah daerah ini diharuskan melaksanakan seleksi susulan.

Penjadwalan pelaksanaan seleksi susulan CPNS di lingkungan Pemda Kab.Bandung dan Garut, menyusul terbitnya surat dari Kepala BKN No.K.26-30/V.104-9/48 tertanggal 26 November 2004.

"Namun, turunnya surat dari Kepala BKN tsb, bukan karena terjadi kebocoran materi soal seleksi, tapi semata-mata karena kendala tehnis pada pelaksanaan seleksi ," ungkap sumber "PR" seolah membantah isu yang berkembang mengenai bocornya soal-soal bahan seleksi, sebelum seleksi dilaksanakan.

Isu bocornya materi kunci soal jawaban ke tangan peserta seleksi CPNS, juga berkembang di Majalengka. Meski akhirnya Pemda Kab.Majalengka, DPRD dan pihak terkait dalam penerimaan CPNS, sepakat menyikapi untuk tidak melakukan seleksi ulang, namun tetap melakukan penelitian dan pengusutan terhadap pelaku pemberi dan penerima kunci jawaban. Pihak kepolisian setempat menjanjikan, kasus bocornya lembar materi soal jawaban seleksi bisa tuntas sebelum pengumuman hasil kelulusan CPNS.

Seperti diberitakan "PR" (27/11), kesepakatan tidak dijadwalkan kembali seleksi ulang penerimaan CPNS di Kab.Majalengka, karena alasan masalah tingginya biaya yang harus dikeluarkan.

***

Penerimaan dan pelaksanaan seleksi CPNS, bukan tidak menuai masalah dan protes. Jarang terjadi sampai seorang , Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera (Menpan) Taufik Effendi meminta maaf lahir batin karena berbagai masalah yang muncul dalam pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2004 .

Jauh sebelum pelaksanan seleksi dilakukan, penerimaan CPNS ini telah menuai protes dan aksi unjuk rasa yang terjadi di beberapa kota dan kabupaten wilayah Jawa Barat. Di Garut misalnya , ratusan guru bantu yang tergabung dalam Forum Sekolah Guru Bantu berunjuk rasa, agar Pemda Kab. Garut memprioritaskan guru bantu dalam proses penerimaan CPNS. Hal serupa dilakukan guru honorer di Kab. Sukabumi yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Solidaritas Guru Honor. Mereka yang mendaftar jadi PNS berunjuk rasa mengecam kinerja Kantor Departemen Agama setempat yang menangani seleksi CPNS.

Pengunjuk rasa meminta agar bukti (surat) pernah membaktikan diri selama tujuh tahun (wiyata bakti) dihapus dari syarat pendaftaran CPNS. Karena surat semacam itu terindikasi banyak dipalsukan (fiktif) hanya untuk memenuhi persyaratan belaka .

Bupati Ciamis, Engkom Komara mengancam akan mencopot jabatan pejabat pemkab jika terlibat dalam percaloan penerimaan PNS. Komitmen serupa dilontarkan Wakil Wali Kota Banjar, H.Akhmad Dimyati.

Lain halnya di wilayah Kab.Cianjur, di wilayah ini muncul sinyalemen praktek percaloan dalam kaitan penerimaan CPNS.

Para calo menawarkan tarif untuk menjadi PNS antara Rp 25 juta sampai Rp 30 juta. Sementara di Sumedang, seseorang yang me-ngaku memiliki koneksi seorang pejabat mendatangi para pendaftar dengan mematok tarif Rp 20 juta untuk diterima menjadi PNS. Sementara secercah harapan, sempat terhembus dari ibukota Provinsi Jabar. Walikota dan pim-pinan DPRD Kota Bandung menyatakan siap memberi rekomendasi kepada pemerintah pusat terkait dengan pengangkatan guru sukarelawan menjadi CPNS.

Namun, rekomendasi tsb. dijelaskan bukan merupakan jaminan kelulusan seleksi.

Menurut rencana, berdasar keputusan Kepala BKN No.35.C tertanggal 12 November 2004, hasil seleksi CPNS akan di-umumkan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 27 Desember 2004. (Suparman.W/PR).
Read More..