Tampilkan postingan dengan label negeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label negeri. Tampilkan semua postingan

Jadwal Seleksi calon pegawai negeri sipil CPNS Tenaga Honorer Kategori II

Senin, 16 September 2013

CPNS 2013. Jadwal Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Tenaga Honorer Kategori II

Akhirnya pengumuman CPNS tentang Jadwal Seleksi CPNS Tenaga Honorer Kategori II keluar juga. Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: SE/10/M.PAN-RB/08/2013 tertanggal 21 Agustus 2013.

Pengumuman dalam surat edaran tersebut membawa angin segar bagi para honorer Kategori II yang sudah lama menunggu pengumuman sleksi tersebut. Ini adalah kesempatan emas bagi para tenaga honorer kategori II untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)pada periode tahun 2013 ini.

Dalam lampiran I Surat Edaran itu disebutkan, pada minggu ke-4 Agustus sampai dengan minggu ke-3 September, Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan mengirimkan listing Tenaga Honorer K2 ke-33 provinsi di seluruh tanah air.

"Selanjutnya, masing-masing instansi (Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota) pada September akan menetapkan tempat tenaga honorer K2, di mana tempat tes ini dipisahkan dengan tempat tes pelamar umum," seperti dikutip dari Sekretariat Kabinet, Jumat (23/8/2013).

Pada minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-3 Oktober akan dilakukan pemberitahuan dan penyampaian nomor tes tenaga honorer K2. Selanjutnya, pada 3 November, akan dilaksanakan ujian Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan Tes Kemampuan Bidang (TKB) oleh masing-masing instansi (K/L, Provinsi, Kabupaten/Kota).

“Pengumuman Kelulusan CPNS tenaga honorer K2 akan dilakukan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) melalui website Menpan pada minggu ke-1 Desember,” bunyi lampiran I Surat Edaran Menteri PAN-RB Azwar Abubakar itu.

Kemudian, pemberkasan dan penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) akan dilakukan oleh masing-masing instansi (K/L, Provinsi, Kabupaten/Kota) mulai Minggu ke-3 Desember sampai dengan selesai.

Itulah Info CPNS 2013 mengenai Jadwal Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Tenaga Honorer Kategori II yang bisa saya sampaikan saat ini, persiapkan diri anda, banyak belajar, berdoa dan beramal, semoga kita semua mendapatkan apa yang kita inginkan Amin :)

Read More..

penerimaan calon pegawai negeri sipil CPNS di Sumatera

Minggu, 15 September 2013

PALEMBANG, SRIPO — Kasus
penerimaan calon pegawai negeri
sipil (CPNS) di Sumatera
Selatan saat ini sedang diteliti
oleh Badan Kepegawaian Negara
(BKN). Badan tersebut diserahi
tanggung jawab untuk
memproses pelaksanaan seleksi
penerimaan CPNS yang kini
dipermasalahkan oleh sejumlah
pihak di Sumsel.
“Kita serahkan tanggung jawab
untuk menangani masalah
isu penyimpangan dalam penerimaan
CPNS di daerah, khususnya
di Sumsel kepada BKN.
Jika BKN sudah menyelesaikan
pekerjaannya, maka akan dilaporkan
kepada saya (Menpan,
Red),” ujar Menteri Pendayagubanyak
pegawai honor di Sumsel.
Setelah data itu lengkap,
maka kita akan membuat satu
mekanisme seleksi pengangkatan,”
ujar Menpan Taufik Effendi
dalam Kuliah Umum bertema
Kinerja PNS Mewujudkan
Government yang digelar oleh
Magister Administrasi Publik
PPS-Unsri, Minggu (16/1).
Menurutnya, selama ini para
pegawai honor selalu tersisih
dalam keikutsertaannya dalam
seleksi Calon Pegawai Negeri
Sipil (CPNS). Pasalnya, banyak
pegawai honor yang kualifikasi
pendidikannya tidak sesuai
lagi dengan syarat penerimaan
CPNS saat ini. Sementara
upaya untuk merekrut mereka
secara khusus belum pernah
ada.
“Para pegawai honor yang
ingin diangkat selama ini harus
bersaing dengan para peserta
tes CPNS lainnya,” katanya.
Taufik menambahkan kondisi
para pegawai honor sangat
memprihatinkan, terutama bagi
mereka yang bekerja sebagai
tenaga pengajar (guru), dan tenaga
kesehatan. Banyak dari
mereka berada di daerah-daerah
terpencil, dan sudah lama
naan Aparatur Negara (Menpan),
Drs Taufik Effendi, MBA
seusai menjadi pembicara dalam
Kuliah Umum yang digelar
Magister Administrasi Publik
(MAP), Program Pasca-Sarjana
(PPS) Universitas Sriwijaya,
Minggu (16/1).
Menurutnya, saat ini BKN masih
dalam tahap mempelajari
semua laporan, dan proses penerimaan
CPNS di Sumsel, dan
daerah-daerah lainnya. Seluruh
proses penerimaan dari pendaftaran,
pelaksanaan ujian, pemeriksaan
jawaban peserta tes
CPNS, sampai pengumuman
hasil seleksi akan ditelusuri.
Jika nantinya ada kejanggalan
tentunya akan diproses sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara adanya wacana
tentang penundaan pengangkatan
CPNS di Sumsel akibat
adanya sejumlah kejanggalan,
Taufik mengelak memberi pernyataan.
“Saya belum bisa ambil kebijakan
sampai sejauh itu. Nantilah
kita tunggu hasil pemeriksaan
BKN terkait masalah itu,” ujarnya
sambil bergegas berlalu.
Dewan Minta Ditunda
Sementara itu dalam rapat
kerja antara Komisi A DPRD
Sumsel dengan pihak Pemprop
Sumsel yang menghadirkan
Sekda, Drs H Sofyan Rebuin,
dan Kepala Bawasda Sumsel,
Drs H Amir Massani, SH MSi,
sejumlah anggota dewan meminta
agar dilakukan penundaan
pengangkatan CPNS sebelum
kasus KKN dalam penerimaan
CPNS itu diselesaikan.
“Kita meminta agar pengangkatan
CPNS ditunda dulu sampai
masalah ini kelar. Dewan
dan Pemprop Sumsel juga akan
membuka kotak pengaduan,”
ujar Ketua Komisi A DPRD
Sumsel, Fahlevi Maizano.
Sedangkan Sekdaprop Sumsel,
Sofyan Rebuin mengatakan
bahwa tudingan KKN dalam penerimaan
CPNS dengan banyaknya
nama anak pejabat yang
diterima, tidaklah benar. Nomor
ujian yang lulus atau keluar
merupakan nomor dengan nilai
yang memuaskan bukan
melihat jabatan orangtua atau
keluarganya. “Kecil kemungkinan
terjadi kecurangan apabila
melihat singkatnya waktu penerimaan,”
katanya.
Walaupun demikian, Sofyan
mengakui bahwa proses penerimaan
CPNS tahun ini sedikit
tergesa-gesa. “Tapi kita telah
Menpan : Kasus CPNS
Sumsel Diproses BKN
Terkait Adanya KKN
Penundaan Pengangkatan Tunggu BKN
menjadi pegawai honor, bahkan
ada yang mencapai 20 tahun.
Untuk itu, saat ini sedangkan
dipikirkan bagaimana
caranya melakukan perekrutan
khusus, lain daripada penerimaan
CPNS biasa terhadap
para pegawai honor tersebut.
Taufik tidak menyebutkan
kapan realisasi itu akan dilakukan.
Namun yang jelas pihaknya
dalam waktu dekat akan
meminta data para pegawai
honor di Sumsel dari gubernur.
“Jika data itu sudah ada,
maka akan ditindaklanjuti. Kita
menaruh perhatian cukup besar
terhadap nasib mereka,”
katanya.
Sementara dalam kuliah
umumnya, Taufik menyebutkan
perlunya peningkatan kinerja
pada PNS di Indonesia.
Peningkatan kinerja tersebut,
antara lain dengan memperbanyak
pelatihan-pelatihan, pendidikan,
dan etos kerja. Selain
itu, praktik korupsi, kolusi,
dan nepotisme (KKN) juga harus
dihapuskan.
“Masalah ini juga menjadi
salah satu program 100 hari
Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara,” tegasnya.
Kuliah umum program MAP
PPS-Unsri tersebut diikuti
ratusan peserta yang berasal
dari mahasiswa Program MAP
PPS-Unsri, dan mahasiswa
Unsri lainnya. (nik)
Pegawai Honorer di Sumsel Bakal Diangkat
Melalui Mekanisme Khusus
Menpan Minta Data ke Gubernur
PALEMBANG, SRIPO — Aliansi
Masyarakat Transparansi
untuk Keadilan (AMTK) mensinyalir
proses penerimaan CPNS
di Kabupaten OKI, sarat dengan
praktik KKN. Hal itu terjadi,
menyusul terungkapnya
proses pemeriksaan Lembar
Jawaban Komputer (LJK) tidak
dilakukan lembaga BKN (Badan
Kepegawaian Negara), tetapi
kerjakan Baliteks Unsri di
Palembang.
Ketua AMTK, Mukri As Pamutan,
Sabtu (15/1) mengatakan,
hasil dari pengumuman
seleksi CPNS yang merupakan
proyek nasional saat ini, ternyata
banyak menimbulkan
polemik. Kondisi ini terjadi lantaran
ketidakprofesionalan panitia
yang ditunjuk, mulai dari
tahapan seleksi sampai dengan
pengumuman hasilnya yang diindikasikan
pada praktek KKN.
Ketidakjujuran ini pun dikuatkan
dengan temuan bahwa pemeriksaan
LJK dilakukan oleh
Baliteks Unsri bukan oleh BKN
yang didengungkan selama ini.
“Selama ini, rakyat OKI dibohongi,”
kata Mukri.
Dikatakan, dari hasil pertemuan
AMTK dengan anggota
Komisi A DPRD OKI, Jumat
(14/1) lalu, ternyata kalangan
legislatif pun mengaku tidak
mengetahui jika semua LJK diperiksa
Baliteks Unsri yang
ada di Palembang. Untuk itu,
Wakil Ketua Komisi A DPRD
OKI, Drs Hasan Zen bersama
enam anggota komisi lainnya,
mensinyalir ada indikasi kuat
penyimpangan mekanisme serta
aturan dalam proses penerimaan
CPNS.
Untuk saat ini, Komisi A DPRD
OKI menunggu data dan informasi
dari Depag dan BKD
OKI, di mana permintaan ini
telah dilakukan secara resmi
LSM Tuding Penerimaan CPNS OKI Sarat KKN
pada rapat Komisi A dengan
Kakandepag OKI dan Kepala
BKD OKI tertanggal 11 Januari
2005. Selain itu, DPRD OKI
membuka ruang bagi masyarakat
untuk melaporkan ketimpangan-
ketimbangan atau buktibukti
ketidakberesan dalam penerimaan
CPNS di OKI, sehingga
dapat dijadikan barang bukti
agar DPRD OKI dapat membawa
pengaduan masyarakat kepada
kejaksaan dan kepolisian.
Selanjutnya segera ditindaklanjuti
sesuai dengan proses hukum
yang berlaku. (sin)
LLAAGGAAKK KKIITTOO
Siaga Banjir
K Arpan
MASATI banyu Sunge Masi dari ari ke ari tamba naek,
keruan bae rewang kito meli bapo batang bulu. Ujitu bakal
ngawek rakit kalu pasang makin besak. Sebab beteriak bae
soal banjir katik guno kecuali, dibarengi dengan pembuatan
nyato nyedioke peralatan. Ado nian oi, kagek kapan jalanan
kelebu ruma kacap, baru tekincir-kincir nyari alat.
“Kendaknyo jadila pulo serbo nungguke, Mangujuk,” cetus
Cekmat. “Kito ni mesti gesit dikit bekaco dengan alam. Jangan
ngedem cak dak sedulian. Padohal tando-tando suda tebaco,
conto langit mendung terus, denget-denget ujan lebat. Lum lagi
banyu Sunge Musi tamba tinggi.”
“Aku salut nian dengan awak, Mat,” simbat beliau. “Tapi
ngadepi hal pucuk, masok siaga banjir 1 apo masi aman
keladasan.”
“Katik siaga-siagaan, Mangujuk.”
“Cacam, laju makmano itu Mat.”
“Yang pokok saling berejo dukin, sebelum klisingan ole banyu
besak. Sala sikok persis cak aku, taan metuke selawatcitak
meli bulu.”
“Laju Mat, cuma buat kamek cukup gedebong pisang.
Disebela gedek pawon masi banyak.”
“Bemodal dikit, Mangujuk. Madak’i gedebong lokak busuk
kanyut. Lain dengan bulu, pacak digawek rakit, dijadike jeramba
dari ruma ke ruma, pager pekarangan terus reban ayam.
Manfaatnyo banyak oi.”
PALEMBANG, SRIPO — Kontrak
para guru bantu di Sumsel
termasuk di Palembang berakhir
31 Desember 2005 mendatang.
Meski masih setahun
lagi berakhir masa kontraknya,
para guru bantu mulai resah
memikirkan nasib mereka setelah
kontrak berakhir.
“Kita sudah menanyakan ke
Depdiknas di Jakarta, tetapi
belum diketahui pasti bagaimana
nasib para guru bantu,” kata
Syahrial, Ketua Umum Forum
Komunikasi Guru Bantu Sumsel
(FKBGSS), kepada Sripo
Minggu (16/1). Syahrial datang
ke Kantor Sripo didampingi Yudi
Herfansi, Ketua II FKGBSS.
Syahrial yang sejak Juli 2002
menjadi guru bantu di SMP
Negeri 6 Palembang mengemukakan
FKGBSS diwakili Yudi
Herfansi beberapa waktu lalu
ke Depdiknas di Jakarta untuk
menanyakan masalah ini. Saat
itu Yudi diterima Nasruddin,
Staf Bagian Biro Kepegawaian
Depdiknas. “Pak Nasruddin
mengatakan, kemungkinan nanti
penanganan nasib guru bantu
diserahkan ke daerah, tetapi ini
belum pasti karena banyak daerah
mengatakan belum sanggup,”
kata Yudi.
Selama ini honor guru bantu
dibiayai pusat. Masing-masing
guru bantu mulai dari SD hingga
SMA sederajat mendapatkan
Rp 460.000 per bulan.
Yudi dalam kesempatan itu
mengemukakan, keresahan
atas nasib guru bantu ini antara
lain yang melatarbelakangi
seminar yang rencananya digelar
BEM Universitas PGRI
Palembang Rabu (19/1) mendatang
di Gedung Guru PGRI
Palembang. Dalam seminar itu
rencananya hadir Ir Eddy Santana,
Walikota Palembang, Drs
H Aidil Fitrisyah (Ketua PGRI)
dan Drs Aidin MM (Kadis Diknas
Palembang).(ray)
Guru Bantu Pertanyakan Nasib
Hingga ke Jakarta
Kontrak Berakhir 31 Desember 2005
Nasib Tak Jelas Pasca Kontrak
Taufik Effendi

ist
mengusahakan proses penerimaan
itu sebaik mungkin, dan
dengan nilai standar kelulusan
diambil berdasarkan nilai
skor tertinggi dan terrendah,”
katanya. (nik/syh)
Read More..

Lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil CPNS

Selasa, 10 September 2013

Pemerintah kembali membuka lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) bagi pelamar umum dan honorer, Mei hingga Juni mendatang.

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menneg PAN) Taufik Effendy mengungkapkan hal tersebut pada rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (15/1).

Pemerintah menyiapkan 100 ribu orang untuk formasi pelamar umum dan 175 ribu orang untuk tenaga honorer. Total CPNS yang akan diangkat untuk pelamar umum dan honorer sebanyak 275 ribu orang.

Seleksi penerimaan akan dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni mendatang. Pengangkatan untuk CPNS instansi pusat akan dilaksanakan 1 Oktober 2007 sedangkan CPNS daerah diangkap per 1 Januari 2008.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyambut baik rencana rekrutmen CPNS untuk kalangan umum itu. Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Mullim mengatakan, pihaknya segara menyusun formasi yang diperlukan.

“Kalau di pemprov, kita masih kekurangan tenaga kesehatan dan auditor di bawasda (badan pengawasan daerah). Ini yang akan kita ajukan,” kata Muallim.

Diusulkan Daerah

Model rekruitmen CPNS tahun ini disesuaikan dengan pola rekruitmen tahun 2005 yang sepenuhnya dilakukan masing-masing pejabat pembina kepegawaian (PPK) dan pejabat pembinan kepegawaian daerah (PPKD) yakni bupati/wali kota dan gubernur) di bawah koordinasi tim pengadaan nasional.

Pembuatan soal, pemeriksaaan hasil ujian dengan sistem komputerisasi, dan usulan formasi CPNS diserahkan ke gubernur/bupati/wali kota sebagai PPKD.

“Usulan jumlah formasi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah,” katanya.

Dia menambahkan, penerimaan CPNS tahun ini diprioritaskan untuk pengangkatan tenaga guru, tenga kesehatan, dan tenaga teknis fungsional/operasional lainnya seperti tenaga penegakan hukum, tenaga pada unit pelayanan umum yang harus memenuhi standar pelayanan internasional.

“Pengangkatan untuk tenaga honorer pusat dan daerah diutamakan yang terdata di database BKN (badan kepegawaian negara) termasuk guru bantu PTT dan guru bantu. Sedangkan seleksi umum untuk menggantikan PNS yang pensiun tahun 2006 yang jumlahnya sekitar 100 ribu,” kata menteri asal Partai Demokrat (PD) ini.

Pemenuhan CPNS tahun ini diutamakan dari tenaga honorer yang telah masuk daftar database BKN. “Kalau tidak memenuhi, diambil dari hasil seleksi umum,”katanya.

Menyoal dana proses rekrutmen tersebut, Taufik mengatakan pemerintah menganggarkan Rp 125 miliar yang sudah disetujui menteri keuangan. Dana tersebut dimasukkan dalam anggaran menneg PAN.

“Penerimaan CPNS untuk instansi pusat didanai APBN dan CPNS daerah dibiayai APBD. Untuk pengangkatan honorer baik pusat dan daerah dibebankan ke APBN,”katanya.

Diperketat

Taufik menegaskan, penerimaan CPNS tahun ini akan diperketat mengingat penerimaan tahun sebelumnya banyak mengalami kendala.

Dia mencontohkan, terjadi sosialisasi penerimaan CPNS yang bermasalah pada teknis pengumuman hasil seleksi. “Di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jambi, dan Bengkulu hasil lembar pengolahan jawaban komputer (LJK) yang dilakukan pihak ketiga yang independen diumumkan oleh gubernur selaku koordinator pengadaan CPNS daerah. Padahal, seharusnya hasil tersebut diteruskan ke masing-masing PPKD kabupaten/kota.

Mereka yang lulus pada seleksi mendatang, penetapan SK CPNS mereka menjadi wewenang masing-masing PPK setelah terlebih dahulu mendapatkan nomor induk pegawai (NIP) dari BKN.

Kepala BKN Prapto Hadi menambahkan, rekrutmen CPNS tahun ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu, yakni 325 ribu dengan rincian PNS Daerah 275 ribu orang, 40 ribu direkrut untuk tenaga honerer dan 10 ribu ikatan dinas.

“Kami mengutamakan peningkatan kualitas CPNS untuk tahun ini dengan penempatan CPNS sesuai instansi yang membutuhkan. Ini dilakukan agar CPNS lebih profesional dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

Umumkan Nilai

Anggota Komisi II DPR RI Yuliani Paris menegaskan, DPR tetap meminta pemerintah untuk tidak melakukan tes terhadap tenaga honorer yang diangkat untuk CPNS karena telah melalui beberapa langkah pemberkasan selama menjadi honorer. “Kecuali untuk pelamar CPNS dari masyarakat umum,” katanya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) asal Sulsel ini juga meminta perlunya mengumumkan ke publik nilai hasil ujian CPNS agar diketahui seberapa besar nilai peserta yang dikategorikan lulus. “Biar tidak ada unsur kolusi dalam pelaksanaan CPNS,” katanya.

Dia juga meminta tenaga pengawas independen akan tetap dilanjutkan dalam penerimaan CPNS tahun ini karena ternyata bermanfaat besar seperti dilakukan tahun sebelumnya.

“BKN harus terbuka juga soal tenaga honorer yang akan diangkat jadi CPNS. Jangan ditutup-tutupi,” katanya.

Kebijakan Baru

Untuk menatan sistem PNS di Indonesia, BKN sedang menyusun kebijakan baru, termasuk soal NIP, penertiban administrasi mutasi, penggajian, pensiun, dan sanksi.

BKN akan menerapkan sistem informasi kepegawaian dengan tujuan strategis lima tahun. Salah satunya adalah dengan mewujudkan kartu PNS elektronik (KPE).

“Kita upayakan membentuk NIP tunggal. Karena sekarang masing-masing-masing lembaga punya NIP, kami kehabisan nomor. Akhirnya huruf pun kami pakai untuk NIP,” ujar Prapto

KPE ini kelak akan terdiri dari 18 digit dengan empat digit pertama menyangkut tahun, bulan, dan tanggal lahir PNS bersangkutan.

Sementara soal penggajian, PNS kelak akan mendapat gaji atau penghasilan berdasarkan bobot pekerjaan, bukan lagi berdasarkan kepangkatan.

Reaksi Daerah

Sekprov Sulsel Andi Muallim mengatakan, pihaknya baru menerima formasi CPNS untuk tenaga honorer untuk penerimaan tahun 2007 (lihat, Kesehatan dan Pendidikan).

“Jika rencana pemerintah itu sudah sampai ke kami maka kita akan mempersiapkan formasi sesuai kebutuhan. Kita sangat membutuhkan tenaga pendidik, kesehatan dan auditor,” kata Muallim yang mengaku berada di Gorontalo saat dihubungi via telepon.

Dihubungi terpisah, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, pihaknya baru mendengar kabar soal penerimaan CPNS kelompok umum (lihat, Susun Formasi).

“Ini kan kebijakan pemerintah pusat, jadi kami menyerahkan sepenuhnya dan menunggu perkembangan dari Jakarta. Kalau semuanya sudah jelas, kami tinggal melaksanakan,” katanya
Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gowa Mappagio mengaku sudah mendengar penerimaan CPNS kelompok umum untuk tahun 2007.

“Tapi kami belum mendapat surat keputusan (SK) dari pemerintah pusat. Kami masih menunggu perkembangan untuk mengetahui teknis penerimaan itu,” kata Mappagio.
Incoming Search Terms: BKN (119), cpns (101), penerimaan CPNS 2007 (87), lowongan CPNS 2007 (86), penerimaan cpns tahun 2007 (75),
Pemerintah kembali membuka lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) bagi pelamar umum dan honorer, Mei hingga Juni mendatang.

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menneg PAN) Taufik Effendy mengungkapkan hal tersebut pada rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (15/1).

Pemerintah menyiapkan 100 ribu orang untuk formasi pelamar umum dan 175 ribu orang untuk tenaga honorer. Total CPNS yang akan diangkat untuk pelamar umum dan honorer sebanyak 275 ribu orang.

Seleksi penerimaan akan dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni mendatang. Pengangkatan untuk CPNS instansi pusat akan dilaksanakan 1 Oktober 2007 sedangkan CPNS daerah diangkap per 1 Januari 2008.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyambut baik rencana rekrutmen CPNS untuk kalangan umum itu. Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Mullim mengatakan, pihaknya segara menyusun formasi yang diperlukan.

“Kalau di pemprov, kita masih kekurangan tenaga kesehatan dan auditor di bawasda (badan pengawasan daerah). Ini yang akan kita ajukan,” kata Muallim.

Diusulkan Daerah

Model rekruitmen CPNS tahun ini disesuaikan dengan pola rekruitmen tahun 2005 yang sepenuhnya dilakukan masing-masing pejabat pembina kepegawaian (PPK) dan pejabat pembinan kepegawaian daerah (PPKD) yakni bupati/wali kota dan gubernur) di bawah koordinasi tim pengadaan nasional.

Pembuatan soal, pemeriksaaan hasil ujian dengan sistem komputerisasi, dan usulan formasi CPNS diserahkan ke gubernur/bupati/wali kota sebagai PPKD.

“Usulan jumlah formasi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah,” katanya.

Dia menambahkan, penerimaan CPNS tahun ini diprioritaskan untuk pengangkatan tenaga guru, tenga kesehatan, dan tenaga teknis fungsional/operasional lainnya seperti tenaga penegakan hukum, tenaga pada unit pelayanan umum yang harus memenuhi standar pelayanan internasional.

“Pengangkatan untuk tenaga honorer pusat dan daerah diutamakan yang terdata di database BKN (badan kepegawaian negara) termasuk guru bantu PTT dan guru bantu. Sedangkan seleksi umum untuk menggantikan PNS yang pensiun tahun 2006 yang jumlahnya sekitar 100 ribu,” kata menteri asal Partai Demokrat (PD) ini.

Pemenuhan CPNS tahun ini diutamakan dari tenaga honorer yang telah masuk daftar database BKN. “Kalau tidak memenuhi, diambil dari hasil seleksi umum,”katanya.

Menyoal dana proses rekrutmen tersebut, Taufik mengatakan pemerintah menganggarkan Rp 125 miliar yang sudah disetujui menteri keuangan. Dana tersebut dimasukkan dalam anggaran menneg PAN.

“Penerimaan CPNS untuk instansi pusat didanai APBN dan CPNS daerah dibiayai APBD. Untuk pengangkatan honorer baik pusat dan daerah dibebankan ke APBN,”katanya.

Diperketat

Taufik menegaskan, penerimaan CPNS tahun ini akan diperketat mengingat penerimaan tahun sebelumnya banyak mengalami kendala.

Dia mencontohkan, terjadi sosialisasi penerimaan CPNS yang bermasalah pada teknis pengumuman hasil seleksi. “Di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jambi, dan Bengkulu hasil lembar pengolahan jawaban komputer (LJK) yang dilakukan pihak ketiga yang independen diumumkan oleh gubernur selaku koordinator pengadaan CPNS daerah. Padahal, seharusnya hasil tersebut diteruskan ke masing-masing PPKD kabupaten/kota.

Mereka yang lulus pada seleksi mendatang, penetapan SK CPNS mereka menjadi wewenang masing-masing PPK setelah terlebih dahulu mendapatkan nomor induk pegawai (NIP) dari BKN.

Kepala BKN Prapto Hadi menambahkan, rekrutmen CPNS tahun ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu, yakni 325 ribu dengan rincian PNS Daerah 275 ribu orang, 40 ribu direkrut untuk tenaga honerer dan 10 ribu ikatan dinas.

“Kami mengutamakan peningkatan kualitas CPNS untuk tahun ini dengan penempatan CPNS sesuai instansi yang membutuhkan. Ini dilakukan agar CPNS lebih profesional dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

Umumkan Nilai

Anggota Komisi II DPR RI Yuliani Paris menegaskan, DPR tetap meminta pemerintah untuk tidak melakukan tes terhadap tenaga honorer yang diangkat untuk CPNS karena telah melalui beberapa langkah pemberkasan selama menjadi honorer. “Kecuali untuk pelamar CPNS dari masyarakat umum,” katanya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) asal Sulsel ini juga meminta perlunya mengumumkan ke publik nilai hasil ujian CPNS agar diketahui seberapa besar nilai peserta yang dikategorikan lulus. “Biar tidak ada unsur kolusi dalam pelaksanaan CPNS,” katanya.

Dia juga meminta tenaga pengawas independen akan tetap dilanjutkan dalam penerimaan CPNS tahun ini karena ternyata bermanfaat besar seperti dilakukan tahun sebelumnya.

“BKN harus terbuka juga soal tenaga honorer yang akan diangkat jadi CPNS. Jangan ditutup-tutupi,” katanya.

Kebijakan Baru

Untuk menatan sistem PNS di Indonesia, BKN sedang menyusun kebijakan baru, termasuk soal NIP, penertiban administrasi mutasi, penggajian, pensiun, dan sanksi.

BKN akan menerapkan sistem informasi kepegawaian dengan tujuan strategis lima tahun. Salah satunya adalah dengan mewujudkan kartu PNS elektronik (KPE).

“Kita upayakan membentuk NIP tunggal. Karena sekarang masing-masing-masing lembaga punya NIP, kami kehabisan nomor. Akhirnya huruf pun kami pakai untuk NIP,” ujar Prapto

KPE ini kelak akan terdiri dari 18 digit dengan empat digit pertama menyangkut tahun, bulan, dan tanggal lahir PNS bersangkutan.

Sementara soal penggajian, PNS kelak akan mendapat gaji atau penghasilan berdasarkan bobot pekerjaan, bukan lagi berdasarkan kepangkatan.

Reaksi Daerah

Sekprov Sulsel Andi Muallim mengatakan, pihaknya baru menerima formasi CPNS untuk tenaga honorer untuk penerimaan tahun 2007 (lihat, Kesehatan dan Pendidikan).

“Jika rencana pemerintah itu sudah sampai ke kami maka kita akan mempersiapkan formasi sesuai kebutuhan. Kita sangat membutuhkan tenaga pendidik, kesehatan dan auditor,” kata Muallim yang mengaku berada di Gorontalo saat dihubungi via telepon.

Dihubungi terpisah, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, pihaknya baru mendengar kabar soal penerimaan CPNS kelompok umum (lihat, Susun Formasi).

“Ini kan kebijakan pemerintah pusat, jadi kami menyerahkan sepenuhnya dan menunggu perkembangan dari Jakarta. Kalau semuanya sudah jelas, kami tinggal melaksanakan,” katanya
Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gowa Mappagio mengaku sudah mendengar penerimaan CPNS kelompok umum untuk tahun 2007.

“Tapi kami belum mendapat surat keputusan (SK) dari pemerintah pusat. Kami masih menunggu perkembangan untuk mengetahui teknis penerimaan itu,” kata Mappagio.
Incoming Search Terms: BKN (119), cpns (101), penerimaan CPNS 2007 (87), lowongan CPNS 2007 (86), penerimaan cpns tahun 2007 (75),
Pemerintah kembali membuka lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) bagi pelamar umum dan honorer, Mei hingga Juni mendatang.

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menneg PAN) Taufik Effendy mengungkapkan hal tersebut pada rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (15/1).

Pemerintah menyiapkan 100 ribu orang untuk formasi pelamar umum dan 175 ribu orang untuk tenaga honorer. Total CPNS yang akan diangkat untuk pelamar umum dan honorer sebanyak 275 ribu orang.

Seleksi penerimaan akan dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni mendatang. Pengangkatan untuk CPNS instansi pusat akan dilaksanakan 1 Oktober 2007 sedangkan CPNS daerah diangkap per 1 Januari 2008.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyambut baik rencana rekrutmen CPNS untuk kalangan umum itu. Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Mullim mengatakan, pihaknya segara menyusun formasi yang diperlukan.

“Kalau di pemprov, kita masih kekurangan tenaga kesehatan dan auditor di bawasda (badan pengawasan daerah). Ini yang akan kita ajukan,” kata Muallim.

Diusulkan Daerah

Model rekruitmen CPNS tahun ini disesuaikan dengan pola rekruitmen tahun 2005 yang sepenuhnya dilakukan masing-masing pejabat pembina kepegawaian (PPK) dan pejabat pembinan kepegawaian daerah (PPKD) yakni bupati/wali kota dan gubernur) di bawah koordinasi tim pengadaan nasional.

Pembuatan soal, pemeriksaaan hasil ujian dengan sistem komputerisasi, dan usulan formasi CPNS diserahkan ke gubernur/bupati/wali kota sebagai PPKD.

“Usulan jumlah formasi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah,” katanya.

Dia menambahkan, penerimaan CPNS tahun ini diprioritaskan untuk pengangkatan tenaga guru, tenga kesehatan, dan tenaga teknis fungsional/operasional lainnya seperti tenaga penegakan hukum, tenaga pada unit pelayanan umum yang harus memenuhi standar pelayanan internasional.

“Pengangkatan untuk tenaga honorer pusat dan daerah diutamakan yang terdata di database BKN (badan kepegawaian negara) termasuk guru bantu PTT dan guru bantu. Sedangkan seleksi umum untuk menggantikan PNS yang pensiun tahun 2006 yang jumlahnya sekitar 100 ribu,” kata menteri asal Partai Demokrat (PD) ini.

Pemenuhan CPNS tahun ini diutamakan dari tenaga honorer yang telah masuk daftar database BKN. “Kalau tidak memenuhi, diambil dari hasil seleksi umum,”katanya.

Menyoal dana proses rekrutmen tersebut, Taufik mengatakan pemerintah menganggarkan Rp 125 miliar yang sudah disetujui menteri keuangan. Dana tersebut dimasukkan dalam anggaran menneg PAN.

“Penerimaan CPNS untuk instansi pusat didanai APBN dan CPNS daerah dibiayai APBD. Untuk pengangkatan honorer baik pusat dan daerah dibebankan ke APBN,”katanya.

Diperketat

Taufik menegaskan, penerimaan CPNS tahun ini akan diperketat mengingat penerimaan tahun sebelumnya banyak mengalami kendala.

Dia mencontohkan, terjadi sosialisasi penerimaan CPNS yang bermasalah pada teknis pengumuman hasil seleksi. “Di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jambi, dan Bengkulu hasil lembar pengolahan jawaban komputer (LJK) yang dilakukan pihak ketiga yang independen diumumkan oleh gubernur selaku koordinator pengadaan CPNS daerah. Padahal, seharusnya hasil tersebut diteruskan ke masing-masing PPKD kabupaten/kota.

Mereka yang lulus pada seleksi mendatang, penetapan SK CPNS mereka menjadi wewenang masing-masing PPK setelah terlebih dahulu mendapatkan nomor induk pegawai (NIP) dari BKN.

Kepala BKN Prapto Hadi menambahkan, rekrutmen CPNS tahun ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu, yakni 325 ribu dengan rincian PNS Daerah 275 ribu orang, 40 ribu direkrut untuk tenaga honerer dan 10 ribu ikatan dinas.

“Kami mengutamakan peningkatan kualitas CPNS untuk tahun ini dengan penempatan CPNS sesuai instansi yang membutuhkan. Ini dilakukan agar CPNS lebih profesional dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

Umumkan Nilai

Anggota Komisi II DPR RI Yuliani Paris menegaskan, DPR tetap meminta pemerintah untuk tidak melakukan tes terhadap tenaga honorer yang diangkat untuk CPNS karena telah melalui beberapa langkah pemberkasan selama menjadi honorer. “Kecuali untuk pelamar CPNS dari masyarakat umum,” katanya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) asal Sulsel ini juga meminta perlunya mengumumkan ke publik nilai hasil ujian CPNS agar diketahui seberapa besar nilai peserta yang dikategorikan lulus. “Biar tidak ada unsur kolusi dalam pelaksanaan CPNS,” katanya.

Dia juga meminta tenaga pengawas independen akan tetap dilanjutkan dalam penerimaan CPNS tahun ini karena ternyata bermanfaat besar seperti dilakukan tahun sebelumnya.

“BKN harus terbuka juga soal tenaga honorer yang akan diangkat jadi CPNS. Jangan ditutup-tutupi,” katanya.

Kebijakan Baru

Untuk menatan sistem PNS di Indonesia, BKN sedang menyusun kebijakan baru, termasuk soal NIP, penertiban administrasi mutasi, penggajian, pensiun, dan sanksi.

BKN akan menerapkan sistem informasi kepegawaian dengan tujuan strategis lima tahun. Salah satunya adalah dengan mewujudkan kartu PNS elektronik (KPE).

“Kita upayakan membentuk NIP tunggal. Karena sekarang masing-masing-masing lembaga punya NIP, kami kehabisan nomor. Akhirnya huruf pun kami pakai untuk NIP,” ujar Prapto

KPE ini kelak akan terdiri dari 18 digit dengan empat digit pertama menyangkut tahun, bulan, dan tanggal lahir PNS bersangkutan.

Sementara soal penggajian, PNS kelak akan mendapat gaji atau penghasilan berdasarkan bobot pekerjaan, bukan lagi berdasarkan kepangkatan.

Reaksi Daerah

Sekprov Sulsel Andi Muallim mengatakan, pihaknya baru menerima formasi CPNS untuk tenaga honorer untuk penerimaan tahun 2007 (lihat, Kesehatan dan Pendidikan).

“Jika rencana pemerintah itu sudah sampai ke kami maka kita akan mempersiapkan formasi sesuai kebutuhan. Kita sangat membutuhkan tenaga pendidik, kesehatan dan auditor,” kata Muallim yang mengaku berada di Gorontalo saat dihubungi via telepon.

Dihubungi terpisah, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, pihaknya baru mendengar kabar soal penerimaan CPNS kelompok umum (lihat, Susun Formasi).

“Ini kan kebijakan pemerintah pusat, jadi kami menyerahkan sepenuhnya dan menunggu perkembangan dari Jakarta. Kalau semuanya sudah jelas, kami tinggal melaksanakan,” katanya
Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gowa Mappagio mengaku sudah mendengar penerimaan CPNS kelompok umum untuk tahun 2007.

“Tapi kami belum mendapat surat keputusan (SK) dari pemerintah pusat. Kami masih menunggu perkembangan untuk mengetahui teknis penerimaan itu,” kata Mappagio.
Incoming Search Terms: BKN (119), cpns (101), penerimaan CPNS 2007 (87), lowongan CPNS 2007 (86), penerimaan cpns tahun 2007 (75),
Read More..

Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS Garut

Jumat, 06 September 2013

27 CPNS yang Lulus Seleksi Diduga Lakukan Pelanggaran
GARUT, (PR).-
Dari 126 orang yang dinyatakan lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk guru SD, sebanyak 27 orang diduga berkas persyaratannya tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam SK Bupati disebutkan pelamar harus memunyai masa kerja wiyata bakti guru SD di Kab. Garut minimal 5 tahun secara berturut-turut. Akan tetapi, pada kenyataanya banyak yang di bawah 5 tahun. Namun demikian, hingga kini Pemkab Garut belum memutuskan langkah yang akan diambil terhadap ke-27 orang tersebut.

Demikian dikemukakan Asda I Drs. H. Sobirin ketika menerima Forum Komunikasi Wiyata Bakti Garut (FKWBG) di Gedung DPRD, Rabu (2/10). Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua Komisi A DPRD H. Yayat Hidayat, Wakil Ketua Komisi E K.H. Abdurahman, Kabag Kepegawaian Dra. Elka Nulhakimah, dan Wakil Kepala Dinas Pendidikan Drs. Maman S.

Menurut Ketua FKWBG Irwanto (33), dalam pengumuman Bupati Garut Nomor 813/886/peg tertanggal 19-8-2002 disebutkan, Pemkab Garut membuka kesempatan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kualifikasi untuk guru SD adalah pendidikan D-II, PGSD, SPG, dan SGO berusia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 30 per 1 Desember 2002 serta mempunyai masa kerja wiyata bakti guru SD di Kab. Garut minimal 5 tahun secara berturut-turut.

Namun pada kenyataanya, ternyata banyak peserta seleksi yang memiliki masa kerja wiyata bakti di bawah 5 tahun. Namun, mereka lolos seleksi dan dinyatakan lulus. "Jadi, kami bukannya sakit hati karena tidak lulus seleksi. Kami ingin mencari keadilan dan kebenaran," ujar guru sukwan yang mengajar di SD Kartika 32 ini.

Ditambahkan, pihaknya sengaja mengadakan audensi dengan DPRD dan Pemkab Garut untuk menindaklanjuti nota pimpinan DPRD ke Bupati Garut. Dalam nota itu disebutkan, Pimpinan DPRD meminta kepada Bupati untuk segera mengambil langkah-langkah penyelesaian sebagai berikut; (1) Menelusuri berkas persyaratan peserta yang lulus seleksi CPNS, namun berkas tersebut tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selanjutnya, ditindaklanjuti dengan peninjauan kembali terhadap SK Bupati tentang penetapan hasil ujisan CPNS, (2) menambah kuota bagi CPNS guru sesuai dengan ketentuan yang berlaku, (3) bagi para sukarelawan guru yang belum berkesempatan diangkat menjadi CPNS, agar diupayakan diangkat menjadi tenaga kontrak (PHL) sesuai dengan kemampuan dan ketentuan yang berlaku.

Kabag Kepegawaian Dra. Elka Nulhakimah, yang juga panitia seleksi CPNS, menyatakan bahwa pihaknya meminta waktu beberapa hari untuk mencocokkan data daftar guru sukwan antara yang dimiliki bagian kepegawaian, Dinas Pendidikan Kab. Garut dan FKWBG.

"Dengan upaya itu nantinya akan diketahui siapa-siapa saja yang nakal. Namun demikian, dengan ditemukannya kenakalan tadi, tidak merugikan peserta seleksi lainnya yang betul-betul guru sukwan dan dinyatakan lulus. Dalam arti, keabsahan testing tetap tapi peserta yang nakal diberi tindakan," harapnya. (A-115)***
Read More..